Senin, 12 November 2018

Inikah Tanggal Peluncuran Intel Core Generasi ke-9?


Intel Core i Series.

Dilansir dari KOMPAS.com - Intel kabarnya bakal segera meresmikan lini produk prosesor desktop Core generasi ke-9. Rumor terbaru yang beredar menyebutkan bahwa tanggal pengumumannya adalah 1 Oktober mendatang.
Lini prosesor Core generasi ke-9 bakal tetap menggunakan proses fabrikasi 14 nm. Ini karena proses 10 nm untuk arsitektur chip “Coffee Lake” ditunda hingga 2019.
Meski demikian, keluarga prosesor Intel Core generasi ke-9 tetap menarik. Apalagi Intel disinyalir bakal membuka perkenalan seri baru tersebut lewat model-model prosesor kelas atas yang multiplier terbuka (K series) untuk overclocking.
Di urutan teratas keluarga prosesor Core generasi ke-9 ada Core i9-9900K yang diduga memiliki 8 inti CPU (16 thread), cache L3 berkapasitas 16 MB, berikut GPU terintegrasi Intel UHD 620.

Sebagai prosesor kelas flagship di jajaran prosesor desktop Intel, Core i9-9900K disebut bakal memiliki base clock sebesar 3,6 GHz dengan kecepatan turbo boost 4,7 GHz ketika semua core aktif, atau hingga 5 GHz saat hanya satu atau dua yang digunakan.
Selain itu, menurut informasi yang dirangkum KompasTekno dari WCCFTech, Senin (13/8/2018), bakal ada pula model-model lain seperti Intel Core i7-9700K (8 core/16 thread) dan Core i5-9600K (6 core/6 thread) yang sama-sama memiliki multiplier terbuka.
Setelah ketiga prosesor seri K ini, model-model lain dari keluarga Intel Core generasi ke-9 disebut akan menyusul pada kuartal pertama 2018.
Mereka mencakup Core i5-9600 (6 core/ 6 thread), Core i5-9500 (6 core/6 thread), Core i5-9400 (6 core/6 thread), Cire i5-9400T (6 core/6 thread), Core i3-9100 (4 core/4 thread), Core i3-9000 (4 core/4 thread) dan Core i3-9000T (4 core/4 thread).
Hardware27

Intel Perkenalkan SSD "Terpadat" Berbentuk Penggaris


Intel SSD D5-P4326 berbentuk mirip penggaris 12 inci.

Dilansir dari KOMPAS.com - Bentuknya mirip penggaris, tapi ia sebenarnya adalah perangkat media penyimpanan solid-state drive ( SSD) bernama lengkap Intel SSD D5-P4326 yang ditujukan bagi komputer server.
Intel mengklaim D5-P4326 sebagai SSD dengan kepadatan kapasitas tertinggi yang pernah dibuatnya. Tiap SSD yang berukuran mirip penggaris 12 inci ini sanggup menyimpan data sebanyak 32 terabyte (TB).
“SSD baru kami dibuat dengan teknologi 3D NAND Intel, di mana sel memori ditempatkan secara berlapis dengan lapisan yang sangat tipis. D5-P4326 memiliki 64 lapis memory cell,” sebut Intel dalam sebuah keterangan tertulis.
Unit SSD ini bisa dimuat ke dalam rak server 1U standar yang berukuran tinggi 1,75 inci. Sebanyak 32 unit SSD pun bisa ditempatkan dalam rak sekaligus sehingga memberikan kapasitas storage gabungan mencapai 1 Petabyte.
Dibandingkan hard disk lawas, SSD “penggaris” D5-P4326 hanya memakan tempat sebanyak lima persennya, sementara konsumsi dayanya hanya sepersepuluh.
Kemudian, apabila dibandingkan SSD konvensional dengan form factor 2,5 inci, Intel mengklaim sang SSD “penggaris” hanya membutuhkan aliran udara hanya setengahnya utnuk keperluan pendinginan.
Air conditioning adalah salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional data center. Inilah sebabnya perusahaan-perusahaan data terbesar di dunia berencana menggunakan SSD ‘penggaris’ dari Intel,” lanjut sang pembuat.
Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ZD Net, Selasa (14/8/2018), sejumlah perusahaan cloud telah menggunakan sang “penggaris”, termasuk IBM, Microsoft, Tencent, dan WeChat.
Hardware27 

Asus Luncurkan Duo Laptop Gaming untuk Penggemar Game “MOBA” dan “FPS”


Ridha Audrey dari tim gamer Female Fighters berpose dengan laptop Asus RoG Strix GL504 Hero II.
Dilansir dari JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki pertengahan tahun 2018, Asus kembali meluncurkan produk laptop gaming terbaru di Indonesia. Kali ini ada dua laptop dari seri Republic of Gamers (RoG) yang diperkenalkan, yakni RoG Strix GL504 Hero II dan RoG Strix GL504 Scar II.
Meski bertampang dan bernama mirip, kedua laptop menyasar kalangan gamer berbeda. RoG Strix GL504 Hero II lebih ditujukan untuk penggemar game genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), misalnya Dota 2 dan League of Legends.
Karena itu tombol Q, W, E, dan R di papan ketiknya diberikan highlight khusus. Keempat tombol ini sering dipakai sebagai shortcut untuk memanggil skill hero oleh gamer MOBA.
Adapun RoG Strix GL504 Scar II lebih ditujukan bagi penggemar game genre First Person Shooter (FPS), seperti Counter Strike atau seri Call of Duty. Untuk itu, tombol W, S, A, dan D yang sering digunakan gamer FPS untuk menggerakkan arah pun mendapat highlight di keyboard sang laptop.
“Masing-masing laptop memiliki 4 isolated hotkeys. Daya tahan tombol-tombolnya mencapai 20 juta kali tekan,” ujar RoG Country Product Manager Asus Indonesia, Alistair Wu, ketika memperkenalkan kedua laptop RoG dalam acara peluncurannya di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Spesifikasi dan harga Asus RoG
Baik RoG Strix GL504 Hero II maupun Scar II sama-sama dibekal layar berukuran 15 inci dengan resolusi full-HD (1.920 x 1.080 piksel) dengan panel IPS LCD, berikut teknologi refesh rate hingga 144 Hz dan response time 3 ms yang diklaim mampu membuat gerakan game tampil lebih mulus.
Fitur-fitur lain dari kedua laptop gaming ini mencakup teknologi Wi-Fi multi-antenna RoG Range Boost untuk memperkuat penerimaan sinyal serta pendingin Hypercool Pro yang dilengkapi sepasang kipas 12V dan fitur anti-debu.
Selain highlight tombol di keyboard, perbedaan lain antara kedua laptop terletak pada segi jeroan hardware.
“Kami menggunakan komponen kelas atas dari Intel (prosesor) dan Nvidia (GPU), dengan RAM DDR4 2.666 MHz,” imbuh Wu.
RoG Strix GL504 Hero II ditenagai prosesor Intel Core i7-8750H, RAM 8 GB atau 16 GB, GPU Nvidia GeForce GTX 1060, serta harddisk 1 TB dan SSD PCIe 128 GB atau 256 GB.
Varian RoG Strix GL504 Hero II dengan RAM 8 GB dan SSD 128 GB dijual seharga Rp 24.299.000. Sementara varian dengan RAM 16 GB dan SSD 256 GB dibanderol Rp 27.299.000.
Untuk RoG Strix GL504 Scar II, spesifikasinya termasuk prosesor Intel Core i7-8750H, RAM 16 GB atau 32 GB, GPU Nvidia GeForce GTX 1060 atau GTX 1070, serta harddisk 1 TB dan SSD 256 GB.
Varian RoG Strix GL504 Scar II dengan RAM 16 GB dan GPU Nvidia GTX 1060 dihargai Rp 30.299.000. Lalu, varian dengan RAM 32 GB dan GPU GeForce GTX 1070 dijual Rp 40.299.000.
 Hardware27

Senin, 05 November 2018

iPhone 5 Sudah Tak Bisa Diperbaiki Apple

iPhone 5 Sudah Tak Bisa Diperbaiki Apple

Dilansir dari KOMPAS.com - Apple resmi memasukan iPhone 5 ke jajaran "vintage products" alias produk lawas di Amerika Serikat dan Turki. Produk lawas didefinisikan sebagai produk Apple yang sudah dimanufaktur lebih dari lima tahun tapi kurang dari tujuh tahun, tergantung pada undang-undang domestik dan nasional yang berlaku. Tak hanya di Amerika Serikat, iPhone 5 juga telah diklasifikasi menjadi "obselete product" atau produk usang. Produk disebut telah usang oleh Apple ketika proses produksinya telah disetop kurang lebih tujuh tahun lalu. Dengan demikian, Apple sudah tidak lagi menawarkan layanan perbaikan hardware untuk iPhone 5, sebagaimana produk lawas lainnya. "Apple telah menyetop semua layanan hardware untuk produk usang tanpa terkecuali," begitu tulis Apple di laman dukungan resmi Apple. Di Amerika Serikat, pemilik iPhone lawas, mencakup iPhone 5, 4, dan 3GS, bisa mendapatkan layanan servis non-hardware melalui layanan Apple di California. Apple juga menyediakan layanan servis untuk produk Mac lawas di Turki. Apple merilis iPhone 5 pada tahun 2012, yang dijalankan dengan iOS 6 seharga 200 dollar AS saat itu. Layarnya berbentang 4 inci dang memiliki koneksivitas 4G. Saat itu, Apple untuk pertama kalinya memperkenalkan prosesor A6. Baca juga: Ganti Baterai dan Layar iPhone XR Lebih Mudah daripada Android Tahun 2014, Apple mengadakan program battery-recall untuk menanggulangi masalah baterai di iPhone 5. Meski sudah menutup servis hardware, Apple berencana meluncurkan program baru berjuluk "Repair Vintage Apple Products Pilot", sebagaimana KompasTekno lansir dari ZD Net, Senin (5/11/2018). Belum ada detail lebih lanjut soal rencana program ini yang masih digodok secara internal. Program ini ditujukan untuk Apple Stores dan toko servis Apple. Perangkat yang bisa masuk program tersebut di antaranya adalah iPhone 5, MacBook Air 11 inci dan 13 inci yang meluncur pada tahun 2012. Di Amerika Serikat dan Turki, iMac model layar 21,5 inci dan 27 inci kekuaran tahun 2011 juga masuk dalam program ini. Program ini hanya menawarkan perbaikan bagian yang tersedia saja. Jika tidak tersedia, pelanggan akan diberi tahu jika onderdil tidak tersedia. Kabarnya, pada 30 November mendatang, Apple akan menambah lagi daftar perangkatnya yang masuk dalam jajaran produk lawas untuk masuk dalam program ini. Termasuk iPhone 4s dan MacBook Pro 15 inci yang keluar tahun 2012. Kemudian pada tanggal 30 Desember, akan disusul MacBook Pro (Retina 13 inci) yang dikeluarkan akhir tahun 2012, MacBook Pro (Retina 13 inci) yang rilis awal 2013, MacBook Pro (Retina) yang rilis pertengahan 2012, Mac Pro yang rilis pertengahan 2012, dan terakhir iPhone 5.

Hardware2